Kutipan Favorit: Yang Mengenal Dirinya, Yang Mengenal Tuhannya dari Karya Jalaluddin Rumi – Part 2

Lanjutan kutipan – kutipan favorit dari karya Jalaluddin Rumi “Yang Mengenal Dirinya, Yang Mengenal Tuhannya” berikut: 

  1. Terdapat dunia tubuh, imajinasi lain, fantasi lain, dan anggapan lain, tetapi Tuhan melampai segala dunia, tidal di dalam atau tanpanya. Sekarang, pertimbangkan betapa Tuhan mengendalikan imajinasi itu dengan memberi mereka bentuk tanpa sifat, tanpa pena, tanpa alat. Apabila kalian membelah dada dan memisahkannya, lalu mencari pikiran atau gagasan dgn cara mengambilnya bagian demi bagian, kalian tdk akan menemukan pikiran apapun disana. Kalian tdk akan menemukan itu di atas atau di bawah. Kalian tdk akan menemukan anghita badan atau organ, karena mereka tanpa sifat dan tanpa ruang. ~Hal.156 (Bab.23: Gagasan adl Daun Warna-Warni dari Satu Akar Pohon yg Sama)
  2. Kata-kata ini sama halnya dgn Syriac, bagi kalian yg dpt memahami mereka. Berhati-hatilah kalau-kalau kalian berkata paham! Semakon engkau berpikir bahwa dirimu mengerti, semakin jauh engkau dari pemahaman. Memahami berarti tidak paham. Seluruh kesulitan dan masalahmu muncul dari pemahaman itu. Pemahaman itu belenggu, engkau mesti melarikan diri dari itu untuk jadi sesuatu. ~Hal.172 (Bab.26: Kata-Kata Bagaikan Pengantin Perempuan, Pahamilah dengan Cinta)
  3. Hikmah tidak muncul dari dirinya sendiri apabila orang tidak menariknya keluar. Hikmah muncul pada suatu bagian sesuai dengan kekuatan yg menarik hikmah itu keluar dan memberinya makanan…. … …
  4. Orang selalu mencintai yg tdk pernah mereka lihat atau dengar atau pahami. Siang dan malam dia mencarinya. Aku menyerahkan diri kpd yg tdk dpt aku lihat. Orang jd bosan dan membuang yg telah dilihat dan dipahami. Utk alasan inilah filosof menolak gagasan pandangan. Mereka berkata ketika melihat, sangat mungkin bagimu jadi bosan. Tetapi yg ini tdk demikian. Kaum Sunni mengatakan pandangan adl waktu Dia muncul pd satu cara, tetapi Dia hadir pd ribuan cara berbeda setiap saat: setiap hari Dia menciptakan sejumlah ciptaan baru. [QS: 56:29] ~Hal.174 (Bab.26: Kata-Kata Bagaikan Pengantin Perempuan, Pahamilah dengan Cinta) 09/03/2016 17:46 
  5. Imajinasi dan pekerjaan batin manusia seperti jalan masuk tempat seseorang datang pertama kali sebelum memasuki rumah. Seluruh dunia ini seperti rumah, dan segala yg datang ke dalamnya niscaya akan nampak di dalam rumah itu. Ambillah contoh rumah yg kita tempati. Bentuk pertamanya muncul di dalam pikiran arsitek, lalu jadilah rumah…. ….
  6. Apapun yg kau lihat di dunia ini ada di dunia lainnya. ~Hal.212 (Bab 37: Imajinasi adalah Kalan Masuk Menuju yang Nyata)
  7. Nabi bersabda, “Engkau semua menyepakati bahwa di dunia ada seseorang yg menerima wahyu dan tdk semua orang dapat menerima wahyu. Orang yg menerima wahyu memiliki tanda-tanda tertentu pada perilaku, kata-kata, dan wajahnya. Tentu, pada setiap bagiannya terdapat tanda pewahyuan itu. Ketika engkau melihat tanda itu pada diri seseorang, berpalinglah padanya dan ketahuilah bahwa dia cukup berkuasa untuk menjadi pelindungmu.” ~Hal.215 (Bab 38: Perhatian adalah Inti dari Cinta)
  8. “Cinta hanya bisa terlepas oleh cinta lain.”
  9. “Siapa pun yg berharap duduk dengan Tuhan yang Maha Kuasa, biarkan dia duduk dengan para sufi.” ~Hal.218 (Bab 39: Cinta Hanya Bisa Terlepas oleh Cinta Lain)
  10. Aku mengatakan bahwa ketika seorang manusia melupakan apa-apa yg pernah dipelajarinya, dia akan menjadi, sebagaimana awalnya manusia, bersih tanpa kesalahan, sesuai dengan pertanyaan yang belum dipelajari sebelumnya. ~Hal.224 (Bab 40: Ketika Datang di Gunung, Buatlah Suara Indah)
  11. Pembelajaran itu bagaikan ringkasan yg kosong. Ketika pembelajaran mencapai jiwa, ia bagaikan suatu bentuk tak bernyawa yg muncul pada kehidupan. Seluruh pengetahuan ininberasal dari dunia “tanpa bunyi, tanpa suara” dan diterjemahkan ke dalam dunia bunyi dan suata disini…. ….
  12. Orang membutuhkan kerongkongan dan bibir untuk menghasilkan kata-kata, tetapi Tuhan berbicara melampaui hal-hal seperti bibir, mulut, dan kerongkongan. Maka Nabi Muhammad berbincang dengan Tuhan di dalam dunia tanpa bunyi, tanpa suara dengan cara yg tdk dapat dipahami oleh khayalan intelek-intelek fana semacam itu…. ….
  13. sebagaimana Nabi Muhammad bersabda, “Aku diutus untuk menyeru.” ~Hal.232 (Bab 42: Pengetahuan Berasal dari Dunia tanpa Bunyi, tanpa Suara, tanpa kata-kata) 09/08/2016 00:03 
Advertisements

Kutipan Favorit: Yang Mengenal Dirinya, Yang Mengenal Tuhannya dari Karya Jalaluddin Rumi – Part 1

Di bulan ini saya sudah membaca 200 hlm pertama buku terjemahan Malaysia yg aslinya ditulis dalam Bahasa Inggris, namun sebenarnya penyusun buku tersebut mengumpulkan banyak manuskrip dan jurnal kuno dari karya Jalaluddin Rumi, jadi isi keseluruhan karya adalah tulisan asli seorang Rumi. Beliau adalah sufi yang lahir di Afganistan, namun lebih sering tinggal di Byzantium dimana dulu adalah daerah eropa. Beliau sering ditemui oleh banyak sahabat dan juga keluarga raja untuk dimintai nasehat juga cerita – cerita timur tengah. Beliau mencintai dunia puisi dan seringkali karyanya ditemui dalam bentuk puisi, namun konon dalam berdakwah atau bercerita, beliau tidak pernah menuliskan kata – katanya di buku, oleh karena itu banyak jurnal tentang ilmu pengetahuan dari Rumi di tulis oleh pengikut – pengikutnya.

Buku yg saya baca berbentuk Hardcover dengan total 355 hlm, berjudul; “Yang Mengenal Dirinya, Yang Mengenal Tuhannya” karya Jalaluddin Rumi.

Setiap kali membaca buku nonfiksi, saya suka sekali memberi highlight kuning sebagai kutipan – kutipan favorit. Berikut sepuluh kutipan pertama yg saya sukai dari buku tersebut:

  1. Karena pencerapan mistik itu melampaui nalar, mereka rdk mampu menceritakan pengalaman itu ke dlm gaya rasional terstruktur danesti terpaksa menggunakan medium perlambangan (simbolik). ~ Hal.18
  2. Sufisme tdk berhubungan dgn perwujudan dunia dan keadaan luar, melainkan msk ke dlm diri atau membatinkan diri sendiri utk mencapai kesadaran spiritual suatu ajaran. ~ Hal.19
  3. Tuhan bersabda dlm sebuah hadis Qudsi yg kerap dikutip para sufi, “Aku adl harta karun terpendam dan ingin dikenali, maka Aku ciptakan makhluk agar Aku dpt dikenali.” ~ Hal.20
  4. Apabila engkau ingin ‘mengetahui’ seseorang, buatlah dia berbicara. Kemidian engkau mampu ‘mengetahui’ dia yg sebenarnya dari ucapannya…. ….
  5. Sekarang, jika ada orang yg sengaja tdk ingin diketahui dan berdiam diri, bagaimana aku tau dia yg sebenarnya? Jawabannya adl, berdiam diri terhadap kehadirannya. Berikan dirimu dan bersabar! Barangkali sebuah kata akan terluncur dari bibirnya. Jika tdk, sebuah kata barangkali scr tdk hati-hati akan meluncur dari bibirmu, atau pikiran atau gagasan bisa jadi muncul pada dirimu. Dari pikiran atau gagasan itu barangkali engkau ‘mengetahui’ dia, karena saat itu engkau telah ‘terpengaruh’ olehnya. Itu adl ‘pantulan’ dan ‘pernyataan’ dirinya yg tercermin ke dalam dirimu. ~Hal.83 – 84 (Bab.10: Aku Sanggup Mengabulkan Permintaanmu, Tapi Ratapan Kesedihanmu Lebih Aku Sukai)
  6. Kita sesungguhnya selalu berkomunikasi dgn orang yg menyatu dgn diri kita–di dalam kesunyian, kehadiran, dan ketiadaanya. Bahkan di dalam perang kita bersatu, bergaul bersama. ~Hal.95 (Bab.11: Komunikasi dlm Cinta: Komunikasi Paling Rahasia) 08/29/2016 16:03
  7. Ketika engkau telah melihat darwisyy, berarti engkau telah melihat seluruh dunia. Siapa pun yg mencarinya pasti mendapatkan sesuatu yg berlebih…. …
  8. Carilah dalam dirimu apa pun yg engkau inginkan, itulah engkau! (Kutipan sajak karya Najmuddin Razi, Manarat as-sa’irin, catatan di Teheran, Perpustakaan Malek) ~Hal.127 (Bab.16: Isi Cangkir Lebih Utama dibanding Bentuknya) 09/01/2016 22:32 
  9. Malaikat bebas karena pengetahuannya, Binatang bebas karena kebodohannya, Di antara keduanya manusia yg tetap berjuang. (Kitab Rumi). ~Hal.129 (Bab.17: Manusia, antara Nasut dan Lahut) 09/02/2016 19:44
  10. Ketika engkau menyerap bentuk keindahan yg muncul lebih dahulu, dan semakin lama engkau berdiam dengannya, engkau menjadi semakin kecewa. Apakah arti dari bentuk Alquran dibandingkan dengan hakikatnya? Tengoklah ke dalan diri manusia untuk melihat apakah bentuk dan hakikatnya. Apabila hakikat dari bentuk manusia telah hilang, dia tidak akan dibiarkan tinggal di rumah walaupun sesaat. ~Hal.136 (Bab.18: Banyak Pembaca Alquran, Namun Dikutuk Alquran)

    Your Call

    The clouds are hanging,

    not much in agony

    The birds are singing,

    not much for mocking

    The days won’t vanish into ashes,

    because the world is still here,

    waiting for you,

    for your call.

    The Crock

    The moon shone above your creep

    The sun brighten under your fear

    What day will become the fortnight?

    They say; it’s hard to know that

    That’s… when your heart melted…

    Away with your empty crock

    Thus,

    The sun and the moon,

    will show you the way…

     

    Book Interview with Mercu Buana University

    Di kasih tau seorang teman kemarin 😀, ternyata ada artikel baru yang memuat tentang interview terbitnya ‘The Salt Prejudice’ di situs kampus kita, Universitas Mercu Buana, hehe terima kasih atas semua dukungan dan apresiasi untuk buku ini!

    Klik disini untuk lihat artikelnya 😊

    foto bersama pak adi n bu feni

    Berikut kutipan dari situs:

    ‘THE SALT PREJUDICE’ MASUK THE BEST SELLERS VERSI AMAZON

    Buku berjudul The Salt Prejudice: A Poetry for Souls karya Keefe Rabbani Diandra mahasiswa Broadcasting FIKOM Universitas Mercu Buana (UMB) ini masuk the best seller versi amazon.com. Buku setebal 102 halaman tersebut tercatat dalam TOP 100 Books USA Bestsellers in Teen and Young Adult for Short Stories.

    The Salt Prejudice : A Poetry for Souls adalah buku kumpulan puisi bertema spiritual yang dilatarbelakangi  cerita pendek (cerpen), banyak kisah kehidupan yang dituangkan melalui cerpen dan puisi.

    “Sengaja memilih buku berbahasa Inggris, karena secara konten dapat lebih ekspresif, ternyata memang disukai pembaca di negara luar,” ujar Keefe Rabbani Diandra saat ditemui di kampus UMB, Jakarta, Rabu (4/5/16).

    Awalnya Keefe sempat ragu untuk menerbitkan bukunya, tapi akhirnya ia mencoba untuk menerbitkan ke Amazon.com dan berhasil masuk Top 100 Amazon USA Bestsellers. “Amazon menerima siapa saja yang ingin menerbitkan buku. Tapi dengan catatan bukan plagiarism, tidak mengandung SARA, tidak bercerita tentang kekerasan dan diskriminatif.”

    “Inspirasi aku menulis The Salt Prejudice berasal dari pengalaman pribadi, lingkungan sekitar dan dari buku-buku yang aku baca.” Ucap Keefe.

    Sebelumnya perempuan kelahiran 20 Oktober 1994 ini telah menulis buku pertama berjudul The Royal Arcanum Series. Buku pertama bergenre fantasi dan berjumlah 360 halaman. Buku ini memiliki tujuh seri.

    Keefe yang giat menulis sejak umurnya 18 tahun ini awalnya tidak kepikiran untuk menerbitkan buku. “Diumur 14 tahun berawal dari membaca novel Twilight, aku jadi senang baca buku. Dan dari situ muncul imajinasi-imajinasi tokoh-tokoh. Lalu diumur 18 tahun aku mulai mencoba menulis,” pungkasnya. (Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan Masyarakat /www.mercubuana.ac.id/ humas@mercubuana.ac.id)

     

     

    [Review 2] The Salt Prejudice

    Review for The Salt Prejudice on Natia’s Blog:

    Saya bukan pencinta cerita fiksi, novel, ataupun puisi. Sampai Salah seorang teman baik menawarkan buku ini, sebagai teman baiknya saya menerima tawaran untuk membeli buku nya dengan alasan tidak ingin menyakiti hatinya. Berhari – hari buku itu saya selipkan di sela – sela rak buku, beberapa kali buku ini sempat menarik perhatian saya ketika ingin mengambil buku filsafat yang tak habis – habisnya baca. Kemudian disuatu malam entah kekuatan apa mendorong saya untuk meraih buku ini dan memaksa saya mulai membacanya, semakin dalam lembaran yang saya buka semakin saya terbuai. Mungkin ini namanya guilty plesure, semalaman saya menghabiskan lembar demi lembar buku ini. Saya rasa ini buku yang dapat membuat saya rela di buat jatuh cinta oleh kata demi kata yang di rangkai nya, mengingatkan saya kembali akan kehadiran rasa yang ada dalam hidup ini, tidak hanya hitam dan putih, tapi ada abu – abu. Mungkin saya terlalu jauh melupakan semua kepedihan hingga semua rasa saya anggap sebagai suka cita, namun buku ini dapat membantu saya mengingatkan kembali bahwa ada si sakit, si kesal , ada si pait, si marah, dan ada si bimbang. good job fe!!

    • • •

    Terima Kasih banyak Natia, temen sekelasku di kampus, hehe kami sama2 mahasiswa tingkat akhir dan sedang berkecimpung dengan skripsi 😁

    Ayo bagi yang kepo bisa beli buku cetak The Salt Prejudice ke aku cuman Rp. 47,000.

    Selamat beraktivitas para blogger!

    The Salt Prejudice is officially available now. Wherever eBooks are sold!

    Book Promo - The Salt Prejudice1

     

    THE SALT PREJUDICE is now available on larger online distributors. Order yours!

     

    Smashwords

    Barnes & Noble

    Kobo

    iBook (Apple Store)

    Scribd

    Indigo (Canada)

    Rakuten (Japan)

    National Bookstore (Philippine)

    Synopsis:

    What does it take for us to have a courage in life?
    How one of a million hearts would hold to paint their life into a piece of poem? It is all written in a single poetry. Consists of ten spiritual poems and short stories about a bitter taste of life, sadness, joyousness, and living as a human being. That’s it: A poetry for souls.