Mall Shopping? Madness Rose Aja

YES, you there!

You’re cordially invited by Madness Rose to shop at our online fashion store. Pembeli yang berdomisili di Indonesia bisa berbelanja di Madness Rose, ada banyak pilihan baju berkualitas premium, dan aksesoris kekininan yang akan membuat penampilanmu, ladies, semakin superbb cool.

Mall shopping? Madness Rose aja.

Klik disini untuk mengunjungi website kami

 

Salam,

Madness Rose

Advertisements

My Everyday Look

This is my second time writing blog post about my lookbook. So here you go..

Let’s start mentioning my puffy hair; my hair born naturally curly, and dark brown. Back in college, some people thought that my hair was dyed brown like them, since some girls hyped up about coloring their black hair into bright brown or a few love blonde too, which both colour still become trend among Indonesian female.

Apparently, perhaps since I usually iron my hair once a week, so my hair becomes more brown by the time goes on. I had to look back to my childhood photos to check it out, and true, it was brown, just like my brother too. My parents called him “Kribo” since he had a very puffy hair. Yes, like mine. 😆💛

However, we’re proud of our hereditary look!

Now, about my daily look; today I’m wearing a casual red tee and black legging (the outfit that I usually wear at home).

Lookbook vol.2 in April 2018:

Have a nice day everyone!

**All contents are photographed and written by me**

Starting A New Phase of Fashion

I rarely write on my blogs, except when I had to do a promo. I guess by writing my mind off, I can do a proper transition (no, definitely not a vampire transition, silly!). This is the year of 2018, and I’m planning to make a space in everything. That’s it, suddenly the idea struck my mind about this thing which keeps on popping inside my head, it’s the word “French Style” and “Minimal” just came some moments ago, maybe about a month or two. I’ve heard the people in the fashion industry saying and showing all stuff as simplicity, and so I looked up to say what it’s all about. And alright, I got it why they adore the minimalist lookbook. It’s all about being broken-white, creamy pastel, and some parts of monochrome. I understood why my closest friends also always look in that kind of way, I mean as in their style. So, I got the influence from them. They got gorgeous look, by expressing their Parisian culture, and a bit of Italian that appears with the mix of dark and gold look.
I know I wasn’t used to really care about how I look. Even worse, I came looking a little bit tomboy with a plaid blouse and boyfriend-jeans back in college. Thereafter, I tried to find my color.. what I got. And I love it. I think this will be the perfect beginning of the earliest step of my new phase.

My first Lookbook in April 2018:

I chose vintage outfit that it suit my profile. I think of a lookbook to express my vibe. And now that I’m starting to recognize my own color, it feels like hometown glory, and a bit of déjà vu feeling though. I hope I can find a lot of interesting things about this soul-searching.

I hope everyone enjoy the summertime!

**All contents are photographed and written by me.**

Kutipan Favorit: Yang Mengenal Dirinya, Yang Mengenal Tuhannya dari Karya Jalaluddin Rumi – Part 1

Di bulan ini saya sudah membaca 200 hlm pertama buku terjemahan Malaysia yg aslinya ditulis dalam Bahasa Inggris, namun sebenarnya penyusun buku tersebut mengumpulkan banyak manuskrip dan jurnal kuno dari karya Jalaluddin Rumi, jadi isi keseluruhan karya adalah tulisan asli seorang Rumi. Beliau adalah sufi yang lahir di Afganistan, namun lebih sering tinggal di Byzantium dimana dulu adalah daerah eropa. Beliau sering ditemui oleh banyak sahabat dan juga keluarga raja untuk dimintai nasehat juga cerita – cerita timur tengah. Beliau mencintai dunia puisi dan seringkali karyanya ditemui dalam bentuk puisi, namun konon dalam berdakwah atau bercerita, beliau tidak pernah menuliskan kata – katanya di buku, oleh karena itu banyak jurnal tentang ilmu pengetahuan dari Rumi di tulis oleh pengikut – pengikutnya.

Buku yg saya baca berbentuk Hardcover dengan total 355 hlm, berjudul; “Yang Mengenal Dirinya, Yang Mengenal Tuhannya” karya Jalaluddin Rumi.

Setiap kali membaca buku nonfiksi, saya suka sekali memberi highlight kuning sebagai kutipan – kutipan favorit. Berikut sepuluh kutipan pertama yg saya sukai dari buku tersebut:

  1. Karena pencerapan mistik itu melampaui nalar, mereka rdk mampu menceritakan pengalaman itu ke dlm gaya rasional terstruktur danesti terpaksa menggunakan medium perlambangan (simbolik). ~ Hal.18
  2. Sufisme tdk berhubungan dgn perwujudan dunia dan keadaan luar, melainkan msk ke dlm diri atau membatinkan diri sendiri utk mencapai kesadaran spiritual suatu ajaran. ~ Hal.19
  3. Tuhan bersabda dlm sebuah hadis Qudsi yg kerap dikutip para sufi, “Aku adl harta karun terpendam dan ingin dikenali, maka Aku ciptakan makhluk agar Aku dpt dikenali.” ~ Hal.20
  4. Apabila engkau ingin ‘mengetahui’ seseorang, buatlah dia berbicara. Kemidian engkau mampu ‘mengetahui’ dia yg sebenarnya dari ucapannya…. ….
  5. Sekarang, jika ada orang yg sengaja tdk ingin diketahui dan berdiam diri, bagaimana aku tau dia yg sebenarnya? Jawabannya adl, berdiam diri terhadap kehadirannya. Berikan dirimu dan bersabar! Barangkali sebuah kata akan terluncur dari bibirnya. Jika tdk, sebuah kata barangkali scr tdk hati-hati akan meluncur dari bibirmu, atau pikiran atau gagasan bisa jadi muncul pada dirimu. Dari pikiran atau gagasan itu barangkali engkau ‘mengetahui’ dia, karena saat itu engkau telah ‘terpengaruh’ olehnya. Itu adl ‘pantulan’ dan ‘pernyataan’ dirinya yg tercermin ke dalam dirimu. ~Hal.83 – 84 (Bab.10: Aku Sanggup Mengabulkan Permintaanmu, Tapi Ratapan Kesedihanmu Lebih Aku Sukai)
  6. Kita sesungguhnya selalu berkomunikasi dgn orang yg menyatu dgn diri kita–di dalam kesunyian, kehadiran, dan ketiadaanya. Bahkan di dalam perang kita bersatu, bergaul bersama. ~Hal.95 (Bab.11: Komunikasi dlm Cinta: Komunikasi Paling Rahasia) 08/29/2016 16:03
  7. Ketika engkau telah melihat darwisyy, berarti engkau telah melihat seluruh dunia. Siapa pun yg mencarinya pasti mendapatkan sesuatu yg berlebih…. …
  8. Carilah dalam dirimu apa pun yg engkau inginkan, itulah engkau! (Kutipan sajak karya Najmuddin Razi, Manarat as-sa’irin, catatan di Teheran, Perpustakaan Malek) ~Hal.127 (Bab.16: Isi Cangkir Lebih Utama dibanding Bentuknya) 09/01/2016 22:32 
  9. Malaikat bebas karena pengetahuannya, Binatang bebas karena kebodohannya, Di antara keduanya manusia yg tetap berjuang. (Kitab Rumi). ~Hal.129 (Bab.17: Manusia, antara Nasut dan Lahut) 09/02/2016 19:44
  10. Ketika engkau menyerap bentuk keindahan yg muncul lebih dahulu, dan semakin lama engkau berdiam dengannya, engkau menjadi semakin kecewa. Apakah arti dari bentuk Alquran dibandingkan dengan hakikatnya? Tengoklah ke dalan diri manusia untuk melihat apakah bentuk dan hakikatnya. Apabila hakikat dari bentuk manusia telah hilang, dia tidak akan dibiarkan tinggal di rumah walaupun sesaat. ~Hal.136 (Bab.18: Banyak Pembaca Alquran, Namun Dikutuk Alquran)

    The Salt Prejudice is officially available now. Wherever eBooks are sold!

    Book Promo - The Salt Prejudice1

     

    THE SALT PREJUDICE is now available on larger online distributors. Order yours!

     

    Smashwords

    Barnes & Noble

    Kobo

    iBook (Apple Store)

    Scribd

    Indigo (Canada)

    Rakuten (Japan)

    National Bookstore (Philippine)

    Synopsis:

    What does it take for us to have a courage in life?
    How one of a million hearts would hold to paint their life into a piece of poem? It is all written in a single poetry. Consists of ten spiritual poems and short stories about a bitter taste of life, sadness, joyousness, and living as a human being. That’s it: A poetry for souls.